
Bandar Lampung, lantera.online – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Lampung terus melakukan transformasi besar dalam meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat. Transformasi tersebut dijalankan melalui empat pilar utama, yakni digitalisasi layanan, kolaborasi strategis, penegakan hukum yang humanis, serta edukasi perpajakan secara masif hingga ke lingkungan sekolah.
Salah satu bentuk konkret digitalisasi layanan yang dilakukan Bapenda Provinsi Lampung adalah melalui pemanfaatan aplikasi SIGNAL/Saibara yang memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan perpajakan secara daring. Selain itu, kehadiran Samsat Digital Drive Thru di berbagai titik strategis juga semakin mendekatkan pelayanan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) kepada masyarakat.
Dengan adanya Samsat Digital Drive Thru, masyarakat kini dapat melakukan pembayaran pajak kendaraan dengan lebih cepat, praktis, dan nyaman tanpa harus turun dari kendaraan. Inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan kepatuhan wajib pajak sekaligus memberikan pengalaman layanan publik yang lebih modern dan efisien.
Kepala Bapenda Provinsi Lampung, Slamet Riadi, mengajak seluruh masyarakat untuk mengubah paradigma terhadap pajak. Menurutnya, pajak tidak lagi dipandang sebagai beban, melainkan sebagai wujud nyata bakti kepada daerah serta investasi untuk masa depan Lampung yang lebih baik.
“Setiap rupiah pajak yang dibayarkan masyarakat merupakan bahan bakar utama pembangunan daerah. Pajak adalah kontribusi nyata untuk mewujudkan Lampung yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera,” ujar Slamet Riadi.
Melalui transformasi layanan dan pendekatan yang humanis, Bapenda Provinsi Lampung berharap dapat menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya ketaatan dalam membayar pajak. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Provinsi Lampung.