Breaking News!

Diduga Mark-up anggaran gajih Guru honorer SMA Negeri 2 kalianda, Kadisdik prov Bungkam’

Lampung Selatan, lantera.onine – Dunia pendidikan kembali diuji, bukan soal mutu, bukan soal kurikulum tetapi soal pengembalian uang.

Guru honorer yang sudah menerima tunjangan sertifikasi kini diminta mengembalikan honor yang bersumber dari Dana BOSD isebut terjadi “double funding”

Kebijakan ini merujuk pada surat edaran Dinas Pendidikan Lampung Selatan Nomor 700/585/ IV.02/2026 tertanggal 9 Februari 2026 tindak lanjut hasil audit ketaatan satuan pendidikan januari – agustus 2026.

Dasarnya adalah peraturan menteri pendidikan dasar dan menengah nomor 8 tahun 2025 khususnya pasal 39 ayat 2 huruf d, yang menyatakan guru penerima tunjangan profesi guru (TPG) tidak lagi dapat dibayarkan honornya dari Dana BOS.

Hal berbeda yang kami temui, berdasarkan hasil pul bahan keterangan(pul baket) dari sumber orang dalam sekolah dan beberapa awak media serta hasil laporan rekapitulasi penggunaan dana BOS di tahun 2024 pada SMA Negri 2 Kalianda yang mana melaporkan realisasi penggunaan dana Bos untuk pembayaran tenaga honorer Rp 429 juta dalam 1tahun.

Seharus nya jika mengacu pada jumlah tenaga guru honorer dan staf yang ada di SMA Negri 2 Kalianda, realisasi jumlah yang dibayarkan hanya Rp 201.600.000 dalam 1tahun kepada 14 tenaga honorer disekolah tersebut.

Diduga kepsek telah melakukan mark-up anggaran demi kepentingan sekelompok maupun pribadi.

Dari selisih pembayaran tersebut, memantik kecurigaan beberapa pihak salah satunya datang dari pengiat LSM Chandra S.sos, Chandra meminta kepada pihak yang berkopeten dalam hal ini aph untuk dapat menindak lanjuti dugaan Mark-up jumlah tenaga guru honorer pada SMAN 2 Kalianda yang notabenenya uang rakyat, agar dapat terciptanya pemerintahan Good governance.

Dihubungi melalui pesan whatsApp Kepsek SMAN 2 Kalianda Herwansyah,S.Pd.M.Pd bungkam, begitupun dengan Kadisdik prov memilih diam saat diminta statement terkait dugaan tersebut'(fj)

“Terendus Dugaan KKN ANGGARAN RSUD Bob Bazar Kalianda

Kalianda, lantera.online – RSUD Bob Bazar Kalianda Rumah sakit milik daerah mendapat dana untuk Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Rp.88 miliar

Ini merupakan angka yang cukup “Gemoy” akan tetapi di balik nilai angka besar tersebut menuai sorotan dari beberapa lembaga swadaya masyarakat(LSM)

salah satu nya datang dari sekertaris LSM Tunas Bangsa, Chandra S.sos kepada redaksi *lantera.online* belum lama ini

Adapun dugaan korupsi telah terjadi sejak tahap perencanaan, ujar Chandra

Apakah nilai anggaran fantastis itu benar- benar disusun berdasarkan kebutuhan riil pelayanan kesehatan atau sekadar permainan, lanjut Chandra

Dokumen yang beredar ada beberapa pos belanja yang tampak mencolok diantaranya

Belanja Jasa Pelayanan BLUD 12 bulan Rp. 35.340.000.000

Belanja Jasa Kantor 83 orang Rp. 2.505.800.000

Belanja Pendidikan dan Pelatihan 27 orang Rp. 444.530.000

Belanja Jasa Sampah Medis Rp. 660.000.000

Belanja Jasa Kebersihan (Outsourcing) Rp. 1.974.000.

Belanja Jasa Porter Rp. 241.200.000

Jasa Pemeliharaan Jaringan Air Rp. 564.900.000

Belanja Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air dan Listrik Rp. 1.700.000.000

Belanja gas Rp.9,5 Miliar, ini menurut saya nilai tidak masuk logika akal sehat lagi pula tanpa rincian volume pemakaian, jenis gas medis serta tanpa pembanding harga pasar

Belanja jasa pelayanan BLUD Rp. 35,34 miliar untuk 12 bulan juga mengundang tanda tanya besar, menurut Chandra

Belum lagi outsourcing dan jasa pendukung, fragmentasi Anggaran belanja kebersihan mencapai Rp. 2 miliar

Jasa sampah medis Rp. 660 juta, porter Rp.241 juta

Pemeliharaan jaringan air Rp.564 juta semuanya tampak terpisah belum lagi pengelolaan limbah yang diduga tidak sesuai Permenkes dan kami meminta kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung, BPK RI perwakilan Lampung, Polda Lampung untuk dapat segera menindak lanjuti temuan kami, ini sudah bisa menjadi langkah awal pintu masuk untuk dapat mengusut tuntas dugaan KKN tersebut agar dapat terciptanya pemerintahan yang bersih dari KKN, Good governance tutup Chandra.(Fj)

Dihubungi melalui pesan whatsap, Direktur Rs Ud Bob Bazar BUNGKAM.