April 2026

Grand Final Pemilihan Miss Aesthetic Beauty by ACF Lampung 2026

Bandar Lampung, lantera.online – 

Grand Final Pemilihan Miss Aesthetic Beauty by ACF Lampung 2026

Yang akan diselenggarakan pada:

Hari/Tanggal : Minggu, 03 Mei 2026

Waktu : 18.00 WIB s.d. selesai

Tempat : GSG Universitas Teknokrat Indonesia

Merupakan suatu kehormatan dan kebahagiaan bagi kami apabila Bapak/Ibu/Saudara/i berkenan hadir untuk memberikan dukungan serta turut memeriahkan acara ini.

Walikota Eva Dwiana Terima Audiensi Balai P3KP, Perkuat Sinergi Program Perumahan

Bandar Lampung,lantera.online – Eva Dwiana menerima audiensi bersama Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (Balai P3KP) di Ruang Rapat Walikota, Selasa (28/4/2026). Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung pembangunan sektor perumahan di Bandar Lampung.

Audiensi tersebut membahas sinergi berbagai program perumahan, termasuk Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) serta penanganan kawasan kumuh. Kedua pihak menekankan pentingnya kolaborasi dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat, khususnya bagi warga berpenghasilan rendah.

Selain itu, pertemuan juga difokuskan pada percepatan penyediaan hunian layak melalui dukungan anggaran APBN. Diskusi turut mencakup peluang kerja sama serta penguatan koordinasi teknis dalam pembangunan infrastruktur permukiman yang berkelanjutan di tingkat kota.

Pemerintah Kota Bandar Lampung bersama Balai P3KP berkomitmen untuk memastikan program-program pemerintah pusat dapat berjalan efektif dan tepat sasaran. Melalui sinergi yang terjalin, diharapkan upaya peningkatan kualitas perumahan dan kawasan permukiman di Kota Bandar Lampung dapat semakin optimal.

Walikota Eva Dwiana Dorong Kolaborasi Penanganan Banjir Lewat FGD

Bandar Lampung,lantera.online – Eva Dwiana menghadiri Focus Group Discussion (FGD) penanggulangan banjir di Bandar Lampung yang digelar oleh Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya, Selasa (28/4/2026). Kegiatan ini mengusung tema penyusunan roadmap penanganan banjir berbasis solusi infrastruktur, lingkungan, dan kebijakan.

FGD dibuka oleh perwakilan Pemerintah Provinsi Lampung melalui Bappeda, dengan menegaskan dukungan terhadap langkah kolaboratif dalam menangani banjir di ibu kota provinsi. Rektor IIB Darmajaya turut memberikan sambutan sebagai tuan rumah kegiatan.

Diskusi menghadirkan berbagai pihak, mulai dari akademisi, pakar lingkungan, OPD, hingga masyarakat. Pembahasan mencakup strategi komprehensif seperti normalisasi sungai, perbaikan drainase, penguatan daerah resapan air, penataan ruang, serta peningkatan regulasi dan partisipasi publik.

Walikota Eva Dwiana menegaskan bahwa penanganan banjir membutuhkan kerja sama semua pihak. Kegiatan ditutup dengan penandatanganan deklarasi bersama sebagai komitmen mendukung implementasi roadmap penanganan banjir secara terpadu dan berkelanjutan.

Pemprov Lampung Perkuat Koordinasi Penanganan TBC, Libatkan Desa dalam Deteksi Dini

Bandar Lampung, lantera.online – Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat upaya penanganan Tuberculosis (TBC) melalui rapat koordinasi lintas sektor yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas PMDT Provinsi Lampung bersama Kepala Bidang Kelembagaan Sosial Budaya sebagai bagian dari komitmen bersama dalam menanggulangi penyebaran penyakit menular tersebut.

Rapat koordinasi yang berlangsung di ruang kerja Wakil Gubernur Lampung ini dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur, Jihan Nurlela. Dalam arahannya, Wakil Gubernur menekankan pentingnya sinergi antar perangkat daerah dan pemangku kepentingan dalam mempercepat penanganan TBC yang hingga kini masih menjadi tantangan serius di Lampung.

TBC dinilai masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang berdampak luas, tidak hanya pada aspek kesehatan, tetapi juga terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan langkah strategis dan terpadu agar penanganan dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

Adapun fokus utama pemerintah daerah dalam penanganan TBC saat ini meliputi penguatan penemuan kasus melalui kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) serta skrining aktif hingga ke tingkat desa. Selain itu, pemerintah juga menekankan pentingnya memastikan seluruh pasien TBC mendapatkan pengobatan secara lengkap hingga dinyatakan sembuh.

Upaya lainnya adalah mendorong keterlibatan aktif pemerintah desa melalui program Desa Sadar HAM yang diintegrasikan dengan kegiatan pencegahan dan deteksi dini TBC. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat serta mempercepat penanganan kasus di tingkat akar rumput.

Dengan langkah-langkah strategis tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung optimistis dapat menekan angka kasus TBC secara signifikan serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.

Walikota Eva Dwiana Hadiri Grand Final Muli Mekhanai 2026

Bandar Lampung,lantera.online – Eva Dwiana menghadiri Malam Puncak Grand Final Muli Mekhanai Kota Bandar Lampung Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Semergou, Senin malam (27/4/2026). Kegiatan ini menjadi ajang tahunan dalam memilih duta pariwisata daerah dari kalangan generasi muda.

Sebanyak 30 finalis tampil pada grand final setelah sebelumnya diseleksi dari 60 peserta semifinal. Para peserta telah melalui berbagai tahapan penilaian yang mencakup wawasan, kepribadian, serta kemampuan dalam mempromosikan budaya dan pariwisata daerah.

Dari hasil penilaian dewan juri, terpilih Mutyiara Khairunisa dan Yoglendy Joshbert Dafander sebagai Muli dan Mekhanai Tahun 2026. Sementara posisi runner-up diraih oleh Zafira Mutiara Pelangi dan Sultan Nabil.

Dalam kesempatan tersebut, Walikota Eva Dwiana berharap para pemenang dapat menjadi duta pariwisata yang aktif mempromosikan potensi Kota Bandar Lampung, serta berkontribusi dalam mendukung kemajuan sektor pariwisata di daerah.

Gaji Ke-13 ASN & PPPK Lampung Cair Awal Bulan Juni 2026

Bandar Lampung, lantera.online –Pemerintah Provinsi Lampung memastikan gaji ke-13 bagi ASN dan PPPK mulai dicairkan pada awal Juni 2026 dengan total anggaran sekitar Rp150 miliar.

Plt. Kepala BPKAD Provinsi Lampung, Nurul Fajri, menyampaikan bahwa pencairan tersebut mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 9 Tahun 2026 dan telah disiapkan untuk memenuhi hak pegawai.

Anggaran itu dialokasikan untuk 12.648 PNS, 12.779 PPPK, serta 863 PPPK paruh waktu di lingkungan Pemprov Lampung.

Komponen gaji ke-13 meliputi gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan pangan, tunjangan jabatan atau umum, serta tunjangan kinerja atau tambahan penghasilan.

Bagi PPPK dengan masa kerja kurang dari satu tahun, pembayaran dilakukan secara proporsional. Pencairan ini diharapkan membantu kebutuhan pendidikan keluarga ASN serta menjaga daya beli masyarakat, dan dipastikan dilakukan tepat waktu sesuai mekanisme yang berlaku.

Penggabungan 8 Desa di Lampung Selatan ke Bandar Lampung, DPRD Belum Bentuk Pansus

Lamsel – lantera.online – DPRD Lampung Selatan tampaknya belum merespons serius terkait rencana 8 desa di wilayah Kecamatan Jati Agung digabungkan ke wilayah administratif Bandar Lampung.

Bahkan sampai saat ini belum ada rencana DPRD Lampung Selatan membentuk panitia khusus ( Pansus) soal pengurangan luas wilayah di kabupaten yang menjadi pintu gerban Sumatra ini.

Hal itu dibenarkan oleh Sekretaris DPRD (Sekwan) Lampung Selatan Achmad Herry dan Wakil Ketua DPRD setempat Benny Raharjo.

Keduanya kompak menyebut belum ada wacana pembentukan Pansus terkait rencana 8 desa yang akan ditarik ke Bandar Lampung.

Sekwan Lampung Selatan Achmad Herry menyatakan belum menerima apapun terkait pembetukan pansus 8 desa yang akan ditarik ke Bandar Lampung.

“Sementara ini belum ada masuk secara resmi,” ujarnya, melalui pesan singkat, WhatsApp.

Tak cuma Sekwan, Wakil Ketua II DPRD Lampung Selatan Benny Raharjo juga mengatakan hal yang sama.

DPRD Lampung Selatan belum membentuk pansus terkait wacana 8 desa yang akan ditarik ke Bandar Lampung. “Belum ada wacana terkait hal tersebut,” ujarnya melalui pesan singkat WhatsApp, Senin.

Sebelumnya diberitakan, 8 Desa di Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan akan ditarik ke Bandar Lampung.

Hal itu dikatakan Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setprov Lampung, Binarti Bintang, saat diwawancarai, di Kantor Pemprov Lampung.

Saat itu, Ia mengatakan seluruh desa telah sepakat mendukung penyesuaian batas wilayah tersebut.

“Alhamdulillah, untuk penyesuaian daerah, delapan desa di Kecamatan Jati Agung sudah menyatakan setuju untuk bergabung ke Kota Bandar Lampung,” ujar Binarti.

Adapun delapan desa yang akan beralih status administratif ke Kota Bandar Lampung yakn:

Desa Purwotai, Desa Margorejo, Desa Sinar Rejeki, Desa Margo Mulyo, Desa Margodadi, Desa Gedung Agung, Desa Gedung Harapan, Desa Banjar Agung

Creative Financing 2026: Lampung Selatan Raih Peringkat Kedua Nasional, Kantongi Insentif Rp2 Miliar dari Inovasi Pembiayaan Daerah

Palembang, lantera.online – Setelah melalui proses penilaian panjang dan ketat dalam mengukur kemampuan daerah mengelola pembiayaan secara inovatif, Kabupaten Lampung Selatan akhirnya berhasil menorehkan prestasi di tingkat nasional.

Daerah ini meraih peringkat kedua kategori Creative Financing dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus, kepada Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, dalam acara yang digelar di Wyndham Opi Hotel, Palembang, Sabtu malam (25/4/2026).

Ajang yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri bekerja sama dengan detik.com ini menilai sejauh mana pemerintah daerah mampu menerapkan konsep entrepreneur government, yakni pendekatan inovatif dalam menggali serta mengelola sumber pembiayaan pembangunan secara kreatif dan berkelanjutan.

Dalam kategori kabupaten, posisi pertama diraih Kabupaten Bintar, disusul Kabupaten Lampung Selatan di posisi kedua, dan Kabupaten Batu Bara di peringkat ketiga. Sementara di tingkat kota, Kota Bandar Lampung menempati posisi pertama, diikuti Kota Medan dan Kota Palembang. Adapun penghargaan tingkat provinsi diraih oleh Sumatera Utara.

Selain penghargaan, para pemenang juga memperoleh insentif fiskal dari pemerintah pusat sebagai stimulus daerah. Juara kedua seperti Lampung Selatan berhak atas bantuan sebesar Rp2 miliar, sementara juara pertama mendapatkan Rp3 miliar dan juara ketiga Rp1 miliar.

Dalam sambutannya, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menyatakan bahwa penghargaan ini merupakan instrumen untuk mendorong terciptanya iklim kompetisi yang sehat antar pemerintah daerah.

“Penghargaan ini menjadi metode untuk mendorong kinerja pemerintah daerah agar lebih optimal. Tantangan kepala daerah tidak mudah, sehingga capaian positif perlu dipublikasikan agar diketahui masyarakat luas,” ujar Tito.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan media arus utama dalam menjaga kredibilitas ajang penghargaan tersebut.

Sementara itu, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, mengungkapkan rasa syukur atas capaian yang diraih. Ia menyebut penghargaan ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen daerah.

“Alhamdulillah, ini adalah hasil kerja keras seluruh jajaran pemerintah daerah mulai dari wakil bupati, sekda, perangkat daerah, hingga masyarakat di tingkat desa. Penghargaan ini kami persembahkan untuk Kabupaten Lampung Selatan,” kata Egi.

Prestasi ini diharapkan menjadi pemicu bagi pemerintah daerah untuk terus berinovasi dalam pengelolaan pembiayaan pembangunan serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Wali Kota Bandar Lampung Terima Audiensi Tim Unhan RI

Bandar Lampung, lantera.online – Wali Kota Eva Dwiana menerima audiensi Tim Survei Universitas Pertahanan Republik Indonesia terkait rencana pelaksanaan Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) di Kota Bandar Lampung.

Audiensi ini merupakan bagian dari koordinasi awal dan pemetaan lokasi kegiatan KKDN yang dijadwalkan berlangsung pada 17–22 Mei 2026. Kegiatan tersebut bertujuan memastikan kesiapan teknis serta kelancaran pelaksanaan program di daerah.

Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota menyambut baik penunjukan Bandar Lampung sebagai lokasi KKDN dan menegaskan kesiapan pemerintah kota untuk mendukung penuh, termasuk memfasilitasi dan mendampingi kegiatan selama berlangsung.

Program KKDN sendiri merupakan pembelajaran lapangan bagi mahasiswa untuk memahami sistem pertahanan semesta dan isu strategis daerah, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan dunia akademik.

Mahasiswa gandeng DPRD Lampung Selatan bangun masyarakat desa

Lampung Selatan, lantera.online –Mahasiswa dari Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Lampung Selatan, menggandeng Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat, untuk membangun kualitas masyarakat di desa.

Ketua Umum PC IMM Lampung Selatan Mesyur Cindy Ahmad Syarif di Kalianda, Rabu, mengatakan kolaborasi lintas sektor sangat penting dilakukan untuk menyukseskan program IMM masuk desa dalam gerakan pengabdian yang langsung menyentuh kepada masyarakat hingga ke pelosok desa.

“Perlu adanya sinergitas yang kokoh antara PC IMM dengan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dan DPRD Lampung Selatan. Kita butuh dukungan kebijakan dan kemitraan strategis agar pengabdian kami tepat sasaran,” ucap dia.

Menurut dia, kehadiran mahasiswa kader IMM Lampung Selatan di tengah-tengah masyarakat desa diharapkan mampu mendorong pembangunan daerah berbasis gotong royong dan kebersamaan.

“Kegiatan ini menjadi titik balik bagi mahasiswa di Lampung Selatan untuk lebih proaktif dalam mengawal pembangunan daerah dari level terbawah, yakni desa,” kata dia.

Oleh karena itu, katanya, dengan dukungan dari unsur pimpinan DPRD, PC IMM Lampung Selatan optimistis program-program yang telah disusun akan berjalan beriringan dengan program pembangunan daerah.

“Melalui program ‘IMM Masuk Desa kami ingin memastikan bahwa kehadiran kader IMM tidak hanya dirasakan di ruang-ruang diskusi kampus, tetapi berdampak langsung bagi masyarakat desa,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Lampung Selatan, Merik Havit menyatakan dukungan penuh terhadap program tersebut, sebab dinilai sejalan dengan kebutuhan masyarakat di desa.

Menurut dia, IMM Lampung Selatan sebagai mitra strategis pemerintah dalam menyuarakan gagasan kritis sekaligus berkontribusi nyata di tengah masyarakat.

“Organisasi adalah laboratorium kepemimpinan. Di sinilah kalian ditempa untuk memiliki kepekaan sosial dan kecerdasan emosional. Sangat penting bagi mahasiswa untuk aktif berorganisasi agar saat terjun ke masyarakat nanti, kalian sudah memiliki mental petarung dan solusi atas permasalahan yang ada.