Maret 2026

Gubernur Lampung Tinjau Rencana Perbaikan Jalan Gedong Aji–Umbul Mesir

Tulang Bawang, lantera.online – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal meninjau rencana perbaikan ruas jalan Gedong Aji–Umbul Mesir di Kecamatan Rawa Pitu, Kabupaten Tulang Bawang, Selasa (3/3/2026). Peninjauan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Lampung dalam meningkatkan kualitas infrastruktur dan konektivitas wilayah.

Pada tahap awal, Pemprov Lampung akan memfokuskan penanganan sepanjang 13,5 kilometer dari total panjang ruas jalan sekitar 31 kilometer. Perbaikan jalan tersebut merupakan kebutuhan yang telah lama dinantikan oleh masyarakat setempat.

Gubernur Mirza menyampaikan bahwa proyek ini telah masuk dalam perencanaan Pemerintah Provinsi Lampung sejak 2025 dan saat ini tengah memasuki proses tender. Pemerintah juga mendorong percepatan pelaksanaan agar pengerjaan dapat dimulai pada April 2026.

Ruas jalan Gedong Aji–Umbul Mesir merupakan jalur penting bagi distribusi hasil pertanian di kawasan Rawa Pitu yang dikenal sebagai salah satu sentra produksi padi di Lampung. Perbaikan infrastruktur ini diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pemprov Lampung Intensifkan Pengawasan Pangan Jelang Idulfitri

Bandar Lampung, lantera.online – Pemerintah Provinsi Lampung mengintensifkan pengawasan harga, ketersediaan pasokan, serta keamanan bahan pangan selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri 1447 Hijriah. Pengawasan yang dipimpin Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela ini dilakukan di Pasar Tradisional Kangkung, Kecamatan Telukbetung Selatan, serta ritel modern Chandra Department Store di Tanjungkarang Timur, Bandar Lampung, Rabu (4/3/2026).

Hasil pemantauan menunjukkan harga dan ketersediaan komoditas pangan relatif stabil, meskipun terdapat sedikit fluktuasi pada beberapa komoditas seperti cabai rawit dan beras medium. Tim gabungan bersama BPOM juga melakukan uji sampel pada bahan pangan segar seperti sayuran, buah, daging, dan ikan yang dinyatakan aman dari bahan berbahaya.

Namun, petugas menemukan sejumlah produk olahan di ritel modern yang belum memiliki izin edar BPOM maupun nomor PIRT serta kemasan yang tidak layak jual. Produk tersebut diminta segera ditarik dari peredaran sebagai langkah perlindungan konsumen sekaligus menjaga kualitas pangan bagi masyarakat.

Gubernur Lampung Tinjau Penanganan Jalan di Tulang Bawang

Tulang Bawang, lantera.online – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal meninjau langsung penanganan ruas jalan Gedong Aji–Umbul Mesir di Kecamatan Rawa Pitu serta ruas Simpang Unit VIII–Gedong Aji di Kecamatan Banjar Baru, Kabupaten Tulang Bawang, Selasa (3/3/2026). Peninjauan ini dilakukan sebagai upaya Pemerintah Provinsi Lampung memperkuat infrastruktur di wilayah sentra pangan yang selama ini mengalami kerusakan.

Pemprov Lampung mengalokasikan anggaran lebih dari Rp130 miliar untuk penanganan ruas jalan sepanjang sekitar 40 kilometer secara bertahap. Pada tahun 2026, pengerjaan difokuskan sepanjang 13–15 kilometer dengan konstruksi beton, sementara ruas lainnya diperkuat sementara agar tetap dapat dilalui masyarakat.

Perbaikan jalan ini diharapkan mampu memperlancar distribusi hasil pertanian serta meningkatkan konektivitas wilayah. Dengan akses jalan yang lebih baik, aktivitas ekonomi masyarakat di Kabupaten Tulang Bawang diharapkan semakin berkembang dan berkelanjutan.

Inflasi Lampung Tetap Terkendali, Pemprov Perkuat Koordinasi Pengendalian Harga

Bandar Lampung, lantera.online — Staf Ahli Gubernur Lampung Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Bani Ispriyanto, mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang dipimpin Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Selasa (3/3/2026). Rapat tersebut membahas upaya pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi di berbagai wilayah.

Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Februari 2026, inflasi tahunan Provinsi Lampung tercatat sebesar 2,95 persen, lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 4,76 persen. Sementara inflasi bulanan Lampung berada di angka 0,36 persen, juga di bawah nasional sebesar 0,68 persen. Capaian ini menempatkan Lampung sebagai salah satu provinsi dengan inflasi terendah di Sumatera.

Pemerintah Provinsi Lampung terus menjaga stabilitas harga melalui penguatan koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), pengawasan distribusi bahan pokok, serta pelaksanaan operasi pasar untuk memastikan ketersediaan pasokan, terutama menjelang Ramadan 1447 Hijriah. Langkah ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Pemprov Lampung Rapat Persiapan Monitor Center KPK 2026

Bandar Lampung, lantera.online

Pemerintah Provinsi Lampung menggelar rapat persiapan Monitoring Center Forkoper Prevention (MCSP) KPK RI tahun 2026 di ruang rapat inspektorat Provinsi Lampung, Senin 2-3-2026

Rapat dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, didampingi Inspektur Provinsi Lampung, Bayana

Kepala BPKAD Provinsi Lampung turut menghadiri kegiatan tersebut, didampingi oleh Kepala bidang pengelolaan Aset daerah, Kepala UPTD pemanfaatan, pemeliharaan,pengamanan aset daerah dan Kepala sub bidang kebijakan perencanaan APBD.

Sekdaprov Lampung menegaskan bahwa MCSP merupakan instrumen strategis untuk dapat memastikan penyelenggaraan pemerintahan berjalan transparan, akuntabel dan berintegritas.

MCSP bukan sekadar penilaian, melainkan cerminan komitmen bersama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih.

Pada capaian tahun sebelumnya, Pemprov Lampung berhasil meraih Peringkat 5 Nasional tingkat Provinsi, peringkat 1 nasional pada area perencanaan dan penganggaran serta peringkat 2 nasional pada area pelayanan publik dan manajemen ASN.

Untuk MCSP 2026 seluruh perangkat daerah diinstruksikan menyiapkan dokumen dan data dukung secara lengkap, bekerja sesuai timeline serta melakukan persiapan secara sistematis dan terukur.

Target utama yang dicanangkan adalah kembali meraih has membanggakan, meningkatkan capaian dari tahun sebelumnya serta memperkuat tata kelola pemerintahan yang profesional, transparan, dan akuntabel.

Kolaborasi Strategis Pemkab Lampung Selatan dan Danantara, Transformasi Beranda Sumatra Jadi Destinasi Nasional

Diskominfo Lamsel, lantera.online – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan menjajaki kolaborasi strategis dengan Danantara untuk mengembangkan pariwisata berkelanjutan dan meningkatkan kontribusi sektor tersebut terhadap perekonomian daerah.

Langkah ini diambil menyusul tingginya angka kunjungan wisata yang belum berbanding lurus dengan dampaknya terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Sepanjang 2025, kunjungan wisatawan ke Lampung Selatan tercatat mencapai 1.647.716 orang. Namun, kontribusi sektor pariwisata terhadap PDRB masih berada di kisaran 1,27 persen. Salah satu faktor utama rendahnya dampak ekonomi adalah rata-rata lama tinggal (length of stay) wisatawan yang hanya sekitar tiga jam.

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menyampaikan hal tersebut dalam rapat lanjutan pembahasan pengembangan wilayah bersama Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN), Dony Oskaria, di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Rabu (25/2/2026).

Dalam pertemuan itu, Bupati Egi didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan Supriyanto serta jajaran kepala perangkat daerah terkait. Hadir pula perwakilan Kemenko Bidang Pangan Irna Narulita dan sejumlah pimpinan BUMN sektor pariwisata, termasuk Direktur Utama dan Komisaris Utama InJourney serta Direktur Utama ITDC.

Bupati Egi menyebut Kabupaten Lampung Selatan memiliki potensi besar yang belum dikelola secara optimal. Dengan posisi strategis sebagai pintu gerbang Pulau Sumatra dan kedekatannya dengan Jakarta, daerah ini dinilai memiliki keunggulan kompetitif untuk dikembangkan menjadi destinasi unggulan.

“Lampung Selatan ini seperti hidden paradise. Alamnya indah, posisinya strategis, dan punya ikon dunia seperti Gunung Anak Krakatau. Tantangannya adalah bagaimana kita mengelola dan mengintegrasikan potensi itu agar memberi nilai tambah ekonomi,” ujar Egi.

Menurutnya, kolaborasi dengan Danantara dan BUMN sektor pariwisata menjadi langkah konkret untuk mempercepat pengembangan kawasan wisata berbasis integrasi.

Pemerintah daerah membutuhkan dukungan investasi, transfer pengetahuan, serta perencanaan terpadu agar potensi yang ada dapat dioptimalkan secara berkelanjutan.

Pengembangan kawasan terintegrasi dinilai penting guna meningkatkan daya tarik dan memperpanjang lama tinggal wisatawan.

Dony Oskaria menilai Lampung Selatan memiliki sejumlah destinasi potensial yang sebagian berada dalam ruang lingkup aset BUMN. Ia menekankan pentingnya percepatan pengembangan kawasan wisata terintegrasi untuk meningkatkan daya saing daerah.

“Lampung Selatan dekat sekali dengan Jakarta, apalagi sekarang akses tol sudah memadai. Potensinya luar biasa dan harus dioptimalkan,” ujarnya.

Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan jumlah kunjungan, tetapi juga mendorong peningkatan belanja wisatawan, memperpanjang length of stay, dan menciptakan multiplier effect bagi perekonomian masyarakat setempat.

Sebagai bagian dari strategi jangka menengah, Pemkab Lampung Selatan menyiapkan sejumlah langkah pendukung, antara lain penyusunan blueprint pengembangan wilayah berbasis potensi pariwisata, penguatan city branding “South Lampung Spirit of Krakatoa”, digitalisasi pelayanan publik melalui HALLO LAMSEL dan Mal Pelayanan Publik.

Kemudian, pengembangan aplikasi virtual tour, kemudahan perizinan, pelibatan masyarakat lokal, serta kolaborasi pentahelix.

Dengan konektivitas yang terus membaik dan posisi strategis sebagai Beranda Sumatra, Lampung Selatan diproyeksikan bertransformasi dari daerah transit menjadi destinasi wisata berbasis kawasan terintegrasi yang mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat. (MF)

Gubernur Lampung Tinjau Perbaikan Jalan Branti Raya di Pesawaran

Pesawaran, lantera.online — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal meninjau langsung perbaikan ruas Jalan Branti Raya yang menghubungkan Kecamatan Natar, Negeri Katon hingga Gedong Tataan, serta Jalan Raya Kedondong di Kabupaten Pesawaran, Sabtu (28/2/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kondisi jalan tetap aman dan nyaman dilalui masyarakat menjelang arus mudik Lebaran 1447 Hijriah.

Penanganan sementara dilakukan dengan menutup lubang jalan dan melakukan penebalan badan jalan. Gubernur juga menekankan pentingnya pembenahan sistem drainase guna mencegah genangan air yang kerap mempercepat kerusakan aspal di sejumlah titik ruas jalan tersebut.

Dalam dialog bersama warga Halangan Ratu, Kecamatan Negeri Katon, masyarakat berharap perbaikan permanen segera direalisasikan. Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan perbaikan permanen, termasuk normalisasi drainase, akan dimulai setelah Idul Fitri guna mendukung kelancaran konektivitas wilayah dan aktivitas ekonomi masyarakat di Pesawaran.