lantera.online

Nasib Anggota DPRD Lampung Selatan Kasus Ijazah Palsu, Kini Mendekam di Lapas Kalianda

Lampung Selatan, lantera.online – Nasib oknum anggota DPRD Lampung Selatan Supriyati terpidana kasus pemalsuan ijazah, kini mendekam di penjara Lapas Kalianda.

Deketahui Supriyati divonis 1 tahun penjara dan denda Rp 100 juta atas kasus tersebut.

Supriyati pun dijebloskan ke Lapas Kalianda, Kamis (5/2/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.

Penahanan tersebut dilakukan menyusul keluarnya putusan Mahkamah Agung Nomor 11597 K/Pid.Sus/2025 tanggal 3 Desember 2025 yang menyatakan Supriyati terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana menggunakan ijazah dan/atau sertifikat kompetensi yang terbukti palsu.

Dalam amar putusannya, MA menyebut perbuatan terpidana melanggar Pasal 69 Ayat (2) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, karena dengan sengaja dan tanpa hak menggunakan ijazah palsu.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Lampung Selatan Voland Azis Shaleh menyampaikan, eksekusi dilakukan berdasarkan Surat Perintah Kepala Kejaksaan Negeri Lampung Selatan Nomor Print-176/L.8.11/Eku.3/01 tertanggal 26 Januari 2026.

“Terpidana telah dieksekusi untuk menjalani pidana penjara di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kalianda,” ujar Voland, Kamis (5/2/2026).

Dalam putusan tersebut, kader PDIP itu dijatuhi hukuman pidana penjara selama satu tahun serta denda sebesar Rp 100 juta.

Apabila denda tersebut tidak dibayarkan, maka diganti dengan pidana kurungan selama empat bulan.

Masa pidana yang dijalani terpidana dikurangi dengan masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani sebelumnya.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena menyeret seorang anggota DPRD aktif dan berkaitan dengan penggunaan dokumen pendidikan palsu dalam proses pencalonan sebagai wakil rakyat.

Saat dikonfirmasi, Kalapas Kalianda Beni Nurrahman membenarkan pihaknya menerima tahanan yang merupakan anggota DPRD Lampung Selatan.

“Kemarin Kamis (5/2/2026). Anggota Dewan. Dari Kejari Lamsel,” ujar Beni melalui pesan singkat, Jumat (6/2/2026).

 

Pemkot Bandar Lampung Gelar Rapat Koordinasi Kepala OPD

Bandar Lampung – lantera.online

Pemerintah Kota Bandar Lampung menggelar Rapat Koordinasi Kepala OPD se-Kota Bandar Lampung, Kamis (5/2/2026), di Ruang Rapat Wali Kota Bandar Lampung.

Seluruh rangkaian rapat dilaksanakan menggunakan Bahasa Lampung sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kota Bandar Lampung dalam melestarikan adat dan budaya daerah, khususnya bahasa Lampung, di lingkungan pemerintahan.

Pemprov Lampung Dorong Pengembangan BRT ITERA

Bandar Lampung, lantera.online – Pemerintah Provinsi Lampung mendorong pengembangan Bus Rapid Transit (BRT) ITERA sebagai proyek percontohan transportasi publik modern, terintegrasi, dan berkelanjutan. Program ini diharapkan mampu meningkatkan mobilitas masyarakat sekaligus menekan kemacetan dan emisi di daerah.

Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, menyampaikan bahwa penguatan angkutan massal merupakan kunci dalam menciptakan sistem transportasi yang efisien dan ramah lingkungan. Hal tersebut disampaikannya dalam forum diskusi bersama akademisi dan pemangku kepentingan di Institut Teknologi Sumatera (ITERA).

Sebagai tahap awal, rute Mall Boemi Kedaton–ITERA akan diuji coba untuk mendukung aktivitas mahasiswa dan masyarakat sekitar. Uji coba ini diharapkan menjadi model transportasi publik yang inklusif dan dapat direplikasi di wilayah lain sebagai langkah nyata menuju Lampung Maju.

Audiensi bersama Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Bandar Lampung

Bandar Lampung – lantera.online

Wali Kota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana, yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kota Bandar Lampung, Bapak Iwan Gunawan, S.P., M.A., menerima audiensi bersama Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Bandar Lampung terkait kepengurusan baru, Kamis (5 Februari 2026), bertempat di Ruang Kerja Sekretaris Daerah Kota Bandar Lampung.

Sekretaris Daerah menyambut hangat pertemuan tersebut yang bertujuan untuk memperkuat silaturahmi, sinergi program kerja, serta pembinaan generasi muda.

Kepengurusan LDII menyampaikan komitmennya untuk mendukung program-program pemerintah, antara lain di bidang ketahanan pangan, kerukunan umat beragama, dan penguatan nilai-nilai kebangsaan.

Pemerintah Kota Bandar Lampung mengapresiasi peran LDII sebagai organisasi kemasyarakatan yang aktif mendukung pembangunan daerah serta menjaga kerukunan di tengah masyarakat.

Bapenda Lampung Laksanakan Gerakan ASRI melalui Kegiatan Korve Gotong Royong

Bandar Lampung, lantera.online

Dalam rangka menindaklanjuti instruksi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto terkait Gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah), Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Lampung melaksanakan kegiatan Korve atau gotong royong bersih-bersih kantor dan lingkungan kerja.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pegawai Bapenda Lampung sebagai bentuk komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan kerja yang bersih, sehat, dan nyaman. Aksi bersih-bersih dilakukan di area kantor serta lingkungan sekitar guna mendukung terciptanya suasana kerja yang tertata dan asri.

Melalui kegiatan Korve ini, Bapenda Lampung berharap dapat menjadi pemantik budaya kerja yang peduli terhadap kebersihan dan kerapian lingkungan. Lingkungan kerja yang aman dan nyaman diyakini mampu meningkatkan semangat serta produktivitas pegawai dalam menjalankan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.

Bapenda Lampung berkomitmen untuk terus mendukung dan mengimplementasikan Gerakan ASRI secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan berorientasi pada kualitas pelayanan publik.

Rapat Persiapan Operasi Pasar Murah Tahun 2026 menjelang Ramadhan 1447 Hijriah Dipimpin oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Kota Bandar Lampung

Bandar Lampung, lantera.online

Pemerintah Kota Bandar Lampung menggelar Rapat Persiapan Operasi Pasar Murah Tahun 2026 menjelang Ramadhan 1447 Hijriah, Rabu 4•2•2026

Rapat yang berlangsung di Aula Semergou Pemerintah Kota Bandar Lampung ini dipimpin langsung oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Bapak Wilson Faisol, serta dihadiri oleh sejumlah retail yang akan berpartisipasi dalam pelaksanaan Operasi Pasar Murah.

Program Operasi Pasar Murah merupakan agenda rutin Pemerintah Kota Bandar Lampung sebagai bentuk kepedulian dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, khususnya menjelang dan selama bulan suci Ramadhan.

Pelaksanaan Operasi Pasar Murah akan dilakukan dalam tiga tahap dan dilaksanakan secara serentak di 20 kecamatan se-Kota Bandar Lampung, yaitu pada minggu awal, pertengahan, dan akhir bulan Ramadhan 1447 Hijriah.

Adapun komoditas yang disediakan meliputi beras premium, gula pasir, tepung terigu, minyak goreng, dan telur ayam.

Dalam arahannya, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Bapak Wilson Faisol, meminta kepada seluruh OPD terkait agar melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan optimal. Selain itu, para retail diharapkan turut berperan aktif dengan mempromosikan produk masing-masing melalui berbagai program promo.

Operasi Pasar Murah Ramadhan akan dilaksanakan pada pagi hari mulai pukul 08.00 WIB secara serentak di 20 titik kecamatan di Kota Bandar Lampung pada minggu awal Ramadhan 1447 Hijriah.

Penggabungan 9 Desa ke Bandar Lampung, DPRD Lamsel Belum Bentuk Pansus

Bandar Lampung, lantera.online – DPRD Lampung Selatan tampaknya belum merespons serius terkait rencana penggabungan sembilan desa di Kecamatan Jati Agung ke wilayah administratif Bandar Lampung.

Sampai saat ini, belum ada rencana DPRD Lampung Selatan untuk membentuk panitia khusus (pansus) guna membahas wacana penggabungan sembilan desa itu.

Jumlah desa di Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, yang menyatakan persetujuan untuk bergabung dengan Kota Bandar Lampung bertambah.

Dari sebelumnya delapan desa, kini menjadi sembilan desa yang sepakat masuk wilayah Kota Bandar Lampung melalui skema penyesuaian daerah.

Desa Sumber Jaya menjadi desa kesembilan yang bersedia bergabung ke Bandar Lampung.

Sebelumnya sudah ada delapan desa yang sepakat bergabung, yakni Purwotani, Margorejo, Sinar Rejeki, Margo Mulyo, Margodadi, Gedung Agung, Gedung Harapan, dan Banjar Agung.

Sementara itu, warga Desa Jatimulyo, Sabah Balau, Way Huwi, dan Kota Baru juga menyatakan keinginan masuk ke wilayah Bandar Lampung. Namun, nama keempat desa itu tidak tercantum dalam daftar.

Namun, rencana penggabungan desa tersebut belum mendapat tanggapan responsif dari DPRD Lampung Selatan.

Saat dikonfirmasi, Sekretaris DPRD Lampung Selatan Achmad Herry menyebut belum ada rencana pembentukan pansus.

Bahkan, ia mengaku belum ada berkas apa pun yang masuk DPRD. “Sementara ini belum ada yang masuk secara resmi,” ujar Achmad, Senin (2/2/2026).

Hal sama disampaikan Wakil Ketua DPRD Lamsel Benny Raharjo.

Menurutnya, rencana pembentukan pansus belum ada hingga kini. “Belum ada wacana terkait hal tersebut,” ujar Benny.

Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setprov Lampung Binarti Bintang mengatakan, bertambahnya jumlah desa tersebut menunjukkan adanya kesepahaman pemerintah desa terhadap rencana penyesuaian batas wilayah.

“Awalnya ada delapan desa yang menyatakan setuju. Sekarang bertambah satu desa lagi, yakni Desa Sumber Jaya yang menyatakan setuju masuk Bandar Lampung, sehingga total ada sembilan desa di Kecamatan Jati Agung yang sepakat bergabung dengan Kota Bandar Lampung,” kata Binarti, Minggu (1/2/2026).

Binarti menjelaskan, persetujuan dari desa merupakan tahapan awal dalam proses penyesuaian daerah yang dilakukan melalui perubahan batas wilayah.

Setelah adanya persetujuan dari pemerintah desa, tahapan berikutnya adalah persetujuan kepala daerah terkait.

“Setelah itu, akan diketahui oleh DPRD masing-masing daerah, lalu dilanjutkan dengan pengusulan perubahan Peraturan Menteri Dalam Negeri terkait batas wilayah,” jelasnya.

Ia menegaskan, penyesuaian daerah ini berkaitan dengan rencana pemindahan pusat pemerintahan Provinsi Lampung ke kawasan Kota Baru, sehingga diperlukan penataan wilayah yang lebih efektif dan terintegrasi.

Untuk mempercepat proses tersebut, Pemprov Lampung telah membentuk tim dan kelompok kerja penyesuaian daerah.

Tim ini akan menangani perubahan administrasi kependudukan serta administrasi pertanahan dengan melibatkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil serta Badan Pertanahan Nasional (BPN).

“Kami juga akan membuka posko pelayanan agar masyarakat mudah mengurus perubahan administrasi kependudukan dan layanan lainnya,” pungkas Binarti.

Sulit Dihindari

Terkait rencana penggabungan tersebut, akademisi FISIP Universitas Lampung Darmawan Purba menyebut, wacana penggabungan wilayah tersebut merupakan hal yang normal.

Pemkot Bandar Lampung Audiensi dengan BPJS Ketenagakerjaan

Bandar Lampung – lantera.online

Pemerintah Kota Bandar Lampung melalui Dinas Komunikasi dan Informatika melaksanakan audiensi bersama BPJS Ketenagakerjaan sebagai upaya memperkuat komunikasi dan sinergi, Jumat (30/01/2026).

Pertemuan ini diharapkan dapat mendorong terjalinnya kerja sama yang berkelanjutan dalam mendukung program perlindungan ketenagakerjaan serta pembangunan Kota Bandar Lampung yang lebih maju dan sejahtera.

Wali Kota Bandar Lampung Pimpin Rapat Koordinasi HUT ke-18 TV One

Bandar Lampung, lantera.online

Wali Kota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana, memimpin Rapat Koordinasi Kolaborasi dalam rangka peringatan HUT ke-18 TV One yang akan digelar di Kota Bandar Lampung. Rapat berlangsung di Ruang Rapat Wali Kota, Kamis (29/1/2026).

Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada TV One atas rencana pelaksanaan kegiatan di Kota Bandar Lampung serta menegaskan dukungan penuh Pemerintah Kota terhadap suksesnya acara tersebut.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan media sebagai upaya mendukung pembangunan daerah serta memperkuat komunikasi dengan masyarakat.

Rapat tersebut turut dihadiri sejumlah kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Bandar Lampung.

Wakil Wali Kota Bandar Lampung Buka Penyampaian SPPT PBB-P2 Tahun 2026

Bandar Lampung, lantera.online – Wakil Wali Kota Bandar Lampung, Hi. Dedy Amarullah, resmi membuka kegiatan Penyampaian Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) dan Daftar Himpunan Ketetapan Pajak (DHKP) PBB-P2 Tahun 2026 yang diselenggarakan Pemerintah Kota Bandar Lampung, Rabu (28/01/2026).

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota menyampaikan bahwa target penerimaan PBB-P2 Tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp130 miliar, yang memerlukan sinergi seluruh pihak agar dapat tercapai secara optimal.

Pemerintah Kota Bandar Lampung terus mengoptimalkan penagihan PBB-P2 melalui sosialisasi, pemanfaatan media informasi, penerbitan Surat Tagihan Pajak (STP), serta pelaksanaan Pekan Membayar PBB-P2 untuk mempermudah layanan pembayaran.

Selain itu, pemerintah juga menetapkan kebijakan pembebasan dan pengurangan pokok PBB-P2 Tahun Pajak 2026 sebagai bentuk keberpihakan kepada masyarakat. Diharapkan, langkah ini dapat meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak daerah guna mendukung pembangunan dan pelayanan publik di Kota Bandar Lampung.