Diskominfotik Provinsi Lampung

Pemprov Lampung Tegaskan Langkap Konkret Kendalikan Inflasi dan Jaga Daya Beli.

Bandar Lampung, lantera.online – Pemerintah Provinsi Lampung yang diwakili Staf Ahli Gubernur bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Yanyan Ruchyansyah mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri RI secara virtual di Ruang Command Center Dinas Kominfotik Provinsi Lampung, Senin (18/5/2026).

Dalam arahannya, Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir menegaskan pentingnya langkah konkret pemerintah daerah dalam mengantisipasi gejolak harga pangan dan menjaga daya beli masyarakat. “Pemerintah pusat berharap daerah berupaya mengendalikan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi agar masyarakat membeli dengan harga yang baik,” ujarnya.

Pemerintah daerah didorong aktif melakukan pemantauan harga pasar, operasi pasar, penyaluran bantuan pangan, penguatan kerja sama antar daerah, serta pengawasan distribusi komoditas strategis. Secara nasional, inflasi April 2026 tercatat sebesar 0,13 persen secara bulanan, 2,42 persen tahunan, dan 1,06 persen tahun kalender. Pemprov Lampung menegaskan komitmennya memperkuat sinergi pengendalian inflasi guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan di daerah.

Lampung Perkuat Iklim Investasi, Realisasi 2025 Lampaui Target.

Bandar Lampung, lantera.online – Pemerintah Provinsi Lampung menyampaikan capaian positif investasi daerah dalam Apel Mingguan di Lapangan Korpri, Senin (18/5/2026). Melalui sambutan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal yang dibacakan Asisten Administrasi Umum Sulpakar, realisasi investasi tahun 2025 tercatat mencapai Rp15,2 triliun atau 141,22 persen dari target nasional sebesar Rp10,76 triliun.

Capaian tersebut terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp2,45 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp12,74 triliun. Secara keseluruhan, investasi tersebut mampu menyerap 24.097 tenaga kerja Indonesia dan 30 tenaga kerja asing. “Keberhasilan ini merupakan hasil kerja bersama melalui peningkatan infrastruktur, kualitas tenaga kerja, serta simplifikasi kebijakan dan regulasi,” ujarnya.

Pemprov Lampung juga terus memperkuat reformasi birokrasi melalui sistem perizinan digital OSS-RBA guna menciptakan proses investasi yang lebih cepat, mudah, dan transparan. Pada tahun 2026, Lampung menargetkan realisasi investasi sebesar Rp16,28 triliun sebagai upaya memperkuat iklim investasi yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Pemprov Lampung Optimalkan Aset Daerah, Dukung Percepat Koperasi Merah Putih.

Bandar Lampung, lantera.online – Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan mengikuti peresmian operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto dan dipusatkan di Kabupaten Nganjuk, Sabtu (16/5/2026). Kegiatan tersebut diikuti secara virtual dari KDKMP Way Halim, Bandar Lampung.

Dalam kesempatan itu, Pemprov Lampung menegaskan komitmennya mendukung percepatan pembentukan KDKMP melalui optimalisasi aset pemerintah daerah. “Pemerintah Provinsi Lampung bersama TNI memastikan aset-aset pemerintah yang belum digunakan secara utuh bisa dimanfaatkan untuk mendukung percepatan berdirinya Koperasi Merah Putih,” ujar Marindo.

Hingga Mei 2026, Provinsi Lampung telah memiliki 345 unit KDKMP, menjadi jumlah terbanyak di luar Pulau Jawa. Koperasi tersebut akan mengembangkan berbagai unit usaha strategis seperti gerai kebutuhan pokok, apotek, layanan kesehatan, distribusi LPG, layanan PLN, hingga usaha pangan guna memperkuat ekonomi berbasis kerakyatan.

Pemprov Lampung Percepat Program Dorong Perumahan dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat.

Bandar Lampung, lantera.online – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam mendukung investasi sektor properti dan perumahan pada Gala Dinner HUT ke-54 Realestat Indonesia (REI) di Graha Wangsa, Kamis malam (7/5/2026). Gubernur menyebut pertumbuhan ekonomi Lampung mencapai 5,58 persen, tertinggi dalam 10 tahun terakhir dan menempatkan Lampung sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi kedua tertinggi di Sumatera.

Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti menilai capaian tersebut didorong leadership daerah dan strategi hilirisasi sektor pertanian. “Pertama kali dalam sepuluh tahun terakhir Lampung bisa menembus pertumbuhan yang relatif tinggi,” ujarnya. Sementara itu, Menteri PKP Maruarar Sirait turut mengapresiasi capaian ekonomi Lampung yang dinilai berdampak positif terhadap sektor perumahan.

Sebagai bentuk dukungan, Menteri PKP menambah kuota bantuan bedah rumah di Lampung dari 9.500 menjadi 11 ribu unit. Pemerintah Provinsi Lampung juga memastikan kemudahan investasi bagi para pengembang untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi, pengembangan kawasan perumahan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pemprov Lampung dan Pemerintah Pusat Perkuat Kolaborasi.

Lampung Selatan, lantera.online – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait bersama Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menghadiri kegiatan penanaman sejuta pohon serta peresmian tugu dan prasasti di Taman Kehati, Kawasan Kotabaru, Kamis (7/5/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian HUT ke-54 Realestat Indonesia (REI).

Dalam kesempatan tersebut, Menteri PKP mengapresiasi sinergi Pemprov Lampung dalam mendukung Program 3 Juta Rumah. Program bedah rumah di Lampung juga meningkat signifikan dari 3.000 menjadi 10.000 rumah atas arahan Presiden Prabowo Subianto. “Saya yakin sektor perumahan akan memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi Lampung,” ujar Maruarar.

Selain penguatan sektor perumahan, kegiatan ini juga menegaskan komitmen pelestarian lingkungan melalui pengembangan Taman Kehati seluas hampir 25 hektare yang telah ditanami sekitar 13 ribu pohon dari lebih 120 spesies tanaman lokal. Kawasan ini diharapkan menjadi pusat konservasi, pendidikan, dan wisata lingkungan berkelanjutan di Provinsi Lampung.

Pemprov Lampung Dorong Nilai Tambah, Ribuan Ton Tapioka di Ekspor Tiongkok.

Bandar Lampung, lantera.online – Pemerintah Provinsi Lampung melepas ekspor perdana tapioka sebanyak 3.330 ton ke Tiongkok sebagai langkah strategis mendorong hilirisasi komoditas singkong, Selasa (5/5/2026). Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa Lampung saat ini menyumbang sekitar 70 persen produksi tapioka nasional, sehingga penguatan industri menjadi kunci peningkatan nilai tambah dan kesejahteraan petani.

Pemerintah juga tengah memperkuat ekosistem singkong melalui regulasi serta pengembangan National Cassava Center bersama Universitas Lampung untuk menghasilkan bibit unggul dan inovasi alat mesin pertanian. “Kita sedang mentransformasi ekosistem singkong dari komoditas mentah menjadi produk industri yang kompetitif di pasar global,” ujar Gubernur.

Hingga April 2026, ekspor tapioka Lampung telah mencapai 10.000 ton, mendekati capaian tahun sebelumnya sebesar 22.500 ton dengan nilai Rp130 miliar. Dengan kualitas yang telah memenuhi standar internasional dan potensi pasar baru seperti Korea Selatan dan Bangladesh, Lampung terus memperkuat posisinya sebagai eksportir produk turunan singkong di pasar global.

Pemprov Lampung Melantik Enam Pejabat.

Bandar Lampung, lantera.online – Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan mewakili Gubernur Rahmat Mirzani Djausal melantik dan mengambil sumpah enam Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung, bertempat di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur Lampung, Senin (4/5/2026).

Adapun pejabat yang dilantik yaitu Ir. Bani Ispriyanto, M.Μ. sebagai Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan; Ir. Liza Derni, M.M. sebagai Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan; Mirza Irawan Dwi Atmaja, S.Sos., Μ.Μ. sebagai Kepala BPKAD; Desti Arisandi, S.P., M.M. sebagai Kepala Dinas Perkebunan; Ir. Toni Ferdinand Syah, S.T., Μ.Τ. sebagai Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif; serta Asrul Tristianto, S.T., M.T. sebagai Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Lampung.

Pelantikan ini merupakan bagian dari proses manajemen ASN yang terukur dan akuntabel, sekaligus upaya memperkuat birokrasi yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan publik guna mendorong kinerja pemerintahan yang lebih optimal.

Hardiknas 2026 jadi Momentum Penguatan Pendidikan Inklusif di Lampung. Hardiknas 2026 jadi Momentum Penguatan Pendidikan Inklusif di Lampung.

Bandar Lampung, lantera.online – Pemerintah Provinsi Lampung menggelar Upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Lapangan Korpri, Senin (4/5/2026), yang dipimpin Sekretaris Daerah Marindo Kurniawan dan diikuti ASN, TNI, Polri, guru, serta pelajar dari berbagai jenjang pendidikan.

Dalam kesempatan tersebut, disampaikan sambutan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti yang menegaskan bahwa Hardiknas menjadi momentum memperkuat komitmen pendidikan sebagai proses memanusiakan manusia, sejalan dengan konsep Among dari Ki Hajar Dewantara yaitu asah, asih, dan asuh.

Pemerintah terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan melalui penguatan peran guru, digitalisasi pembelajaran, serta perluasan akses pendidikan yang inklusif dan merata, guna mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.

Gubernur Lampung Dorong Sinergi Antar Partai Politik.

Bandar Lampung, lantera.online – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menghadiri pelantikan pengurus DPW, DPD, dan DPC PAN se-Provinsi Lampung yang dipimpin Ketua Umum Zulkifli Hasan di Ballroom Hotel Novotel Bandar Lampung, Sabtu (2/5/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur menegaskan pentingnya sinergi antar partai politik dan pemerintah daerah untuk mendukung swasembada pangan nasional, mengingat Lampung sebagai lumbung pangan dengan komoditas unggulan padi, jagung, dan singkong.

Pemerintah Provinsi Lampung saat ini juga fokus pada perbaikan 1.700 km infrastruktur jalan guna memperlancar distribusi hasil pertanian, serta mendorong peran kader partai dalam membantu menyelesaikan persoalan petani dan menjaga stabilitas pangan.

Daya Beli Masyarakat Lampung Menguat.

Bandar Lampung, lantera.online – Daya beli masyarakat Lampung menunjukkan tren positif pada triwulan I 2026. Hal ini terlihat dari peningkatan pembelian kendaraan bermotor baru periode Januari-Maret 2026 yang naik 21 persen, dari 32.858 unit menjadi 39.817 unit dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Nilai transaksi juga cukup besar, mencapai sekitar Rp2,5 triliun, terdiri dari Rp1,03 triliun kendaraan roda dua dan Rp1,49 triliun roda empat. Angka ini mencerminkan meningkatnya konsumsi masyarakat sekaligus aktivitas ekonomi di daerah.

Kepala Bapenda Provinsi Lampung menyebut peningkatan ini menjadi sinyal membaiknya kondisi ekonomi, yang turut mendorong sektor lain seperti pembiayaan, asuransi, hingga perdagangan. Momentum ini diharapkan terus terjaga seiring peningkatan layanan publik dan kemudahan akses bagi masyarakat.