Gaji Ke-13 ASN & PPPK Lampung Cair Awal Bulan Juni 2026

Bandar Lampung, lantera.online –Pemerintah Provinsi Lampung memastikan gaji ke-13 bagi ASN dan PPPK mulai dicairkan pada awal Juni 2026 dengan total anggaran sekitar Rp150 miliar.

Plt. Kepala BPKAD Provinsi Lampung, Nurul Fajri, menyampaikan bahwa pencairan tersebut mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 9 Tahun 2026 dan telah disiapkan untuk memenuhi hak pegawai.

Anggaran itu dialokasikan untuk 12.648 PNS, 12.779 PPPK, serta 863 PPPK paruh waktu di lingkungan Pemprov Lampung.

Komponen gaji ke-13 meliputi gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan pangan, tunjangan jabatan atau umum, serta tunjangan kinerja atau tambahan penghasilan.

Bagi PPPK dengan masa kerja kurang dari satu tahun, pembayaran dilakukan secara proporsional. Pencairan ini diharapkan membantu kebutuhan pendidikan keluarga ASN serta menjaga daya beli masyarakat, dan dipastikan dilakukan tepat waktu sesuai mekanisme yang berlaku.

Penggabungan 8 Desa di Lampung Selatan ke Bandar Lampung, DPRD Belum Bentuk Pansus

Lamsel – lantera.online – DPRD Lampung Selatan tampaknya belum merespons serius terkait rencana 8 desa di wilayah Kecamatan Jati Agung digabungkan ke wilayah administratif Bandar Lampung.

Bahkan sampai saat ini belum ada rencana DPRD Lampung Selatan membentuk panitia khusus ( Pansus) soal pengurangan luas wilayah di kabupaten yang menjadi pintu gerban Sumatra ini.

Hal itu dibenarkan oleh Sekretaris DPRD (Sekwan) Lampung Selatan Achmad Herry dan Wakil Ketua DPRD setempat Benny Raharjo.

Keduanya kompak menyebut belum ada wacana pembentukan Pansus terkait rencana 8 desa yang akan ditarik ke Bandar Lampung.

Sekwan Lampung Selatan Achmad Herry menyatakan belum menerima apapun terkait pembetukan pansus 8 desa yang akan ditarik ke Bandar Lampung.

“Sementara ini belum ada masuk secara resmi,” ujarnya, melalui pesan singkat, WhatsApp.

Tak cuma Sekwan, Wakil Ketua II DPRD Lampung Selatan Benny Raharjo juga mengatakan hal yang sama.

DPRD Lampung Selatan belum membentuk pansus terkait wacana 8 desa yang akan ditarik ke Bandar Lampung. “Belum ada wacana terkait hal tersebut,” ujarnya melalui pesan singkat WhatsApp, Senin.

Sebelumnya diberitakan, 8 Desa di Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan akan ditarik ke Bandar Lampung.

Hal itu dikatakan Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setprov Lampung, Binarti Bintang, saat diwawancarai, di Kantor Pemprov Lampung.

Saat itu, Ia mengatakan seluruh desa telah sepakat mendukung penyesuaian batas wilayah tersebut.

“Alhamdulillah, untuk penyesuaian daerah, delapan desa di Kecamatan Jati Agung sudah menyatakan setuju untuk bergabung ke Kota Bandar Lampung,” ujar Binarti.

Adapun delapan desa yang akan beralih status administratif ke Kota Bandar Lampung yakn:

Desa Purwotai, Desa Margorejo, Desa Sinar Rejeki, Desa Margo Mulyo, Desa Margodadi, Desa Gedung Agung, Desa Gedung Harapan, Desa Banjar Agung

Creative Financing 2026: Lampung Selatan Raih Peringkat Kedua Nasional, Kantongi Insentif Rp2 Miliar dari Inovasi Pembiayaan Daerah

Palembang, lantera.online – Setelah melalui proses penilaian panjang dan ketat dalam mengukur kemampuan daerah mengelola pembiayaan secara inovatif, Kabupaten Lampung Selatan akhirnya berhasil menorehkan prestasi di tingkat nasional.

Daerah ini meraih peringkat kedua kategori Creative Financing dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus, kepada Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, dalam acara yang digelar di Wyndham Opi Hotel, Palembang, Sabtu malam (25/4/2026).

Ajang yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri bekerja sama dengan detik.com ini menilai sejauh mana pemerintah daerah mampu menerapkan konsep entrepreneur government, yakni pendekatan inovatif dalam menggali serta mengelola sumber pembiayaan pembangunan secara kreatif dan berkelanjutan.

Dalam kategori kabupaten, posisi pertama diraih Kabupaten Bintar, disusul Kabupaten Lampung Selatan di posisi kedua, dan Kabupaten Batu Bara di peringkat ketiga. Sementara di tingkat kota, Kota Bandar Lampung menempati posisi pertama, diikuti Kota Medan dan Kota Palembang. Adapun penghargaan tingkat provinsi diraih oleh Sumatera Utara.

Selain penghargaan, para pemenang juga memperoleh insentif fiskal dari pemerintah pusat sebagai stimulus daerah. Juara kedua seperti Lampung Selatan berhak atas bantuan sebesar Rp2 miliar, sementara juara pertama mendapatkan Rp3 miliar dan juara ketiga Rp1 miliar.

Dalam sambutannya, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menyatakan bahwa penghargaan ini merupakan instrumen untuk mendorong terciptanya iklim kompetisi yang sehat antar pemerintah daerah.

“Penghargaan ini menjadi metode untuk mendorong kinerja pemerintah daerah agar lebih optimal. Tantangan kepala daerah tidak mudah, sehingga capaian positif perlu dipublikasikan agar diketahui masyarakat luas,” ujar Tito.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan media arus utama dalam menjaga kredibilitas ajang penghargaan tersebut.

Sementara itu, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, mengungkapkan rasa syukur atas capaian yang diraih. Ia menyebut penghargaan ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen daerah.

“Alhamdulillah, ini adalah hasil kerja keras seluruh jajaran pemerintah daerah mulai dari wakil bupati, sekda, perangkat daerah, hingga masyarakat di tingkat desa. Penghargaan ini kami persembahkan untuk Kabupaten Lampung Selatan,” kata Egi.

Prestasi ini diharapkan menjadi pemicu bagi pemerintah daerah untuk terus berinovasi dalam pengelolaan pembiayaan pembangunan serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Wali Kota Bandar Lampung Terima Audiensi Tim Unhan RI

Bandar Lampung, lantera.online – Wali Kota Eva Dwiana menerima audiensi Tim Survei Universitas Pertahanan Republik Indonesia terkait rencana pelaksanaan Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) di Kota Bandar Lampung.

Audiensi ini merupakan bagian dari koordinasi awal dan pemetaan lokasi kegiatan KKDN yang dijadwalkan berlangsung pada 17–22 Mei 2026. Kegiatan tersebut bertujuan memastikan kesiapan teknis serta kelancaran pelaksanaan program di daerah.

Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota menyambut baik penunjukan Bandar Lampung sebagai lokasi KKDN dan menegaskan kesiapan pemerintah kota untuk mendukung penuh, termasuk memfasilitasi dan mendampingi kegiatan selama berlangsung.

Program KKDN sendiri merupakan pembelajaran lapangan bagi mahasiswa untuk memahami sistem pertahanan semesta dan isu strategis daerah, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan dunia akademik.

Mahasiswa gandeng DPRD Lampung Selatan bangun masyarakat desa

Lampung Selatan, lantera.online –Mahasiswa dari Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Lampung Selatan, menggandeng Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat, untuk membangun kualitas masyarakat di desa.

Ketua Umum PC IMM Lampung Selatan Mesyur Cindy Ahmad Syarif di Kalianda, Rabu, mengatakan kolaborasi lintas sektor sangat penting dilakukan untuk menyukseskan program IMM masuk desa dalam gerakan pengabdian yang langsung menyentuh kepada masyarakat hingga ke pelosok desa.

“Perlu adanya sinergitas yang kokoh antara PC IMM dengan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dan DPRD Lampung Selatan. Kita butuh dukungan kebijakan dan kemitraan strategis agar pengabdian kami tepat sasaran,” ucap dia.

Menurut dia, kehadiran mahasiswa kader IMM Lampung Selatan di tengah-tengah masyarakat desa diharapkan mampu mendorong pembangunan daerah berbasis gotong royong dan kebersamaan.

“Kegiatan ini menjadi titik balik bagi mahasiswa di Lampung Selatan untuk lebih proaktif dalam mengawal pembangunan daerah dari level terbawah, yakni desa,” kata dia.

Oleh karena itu, katanya, dengan dukungan dari unsur pimpinan DPRD, PC IMM Lampung Selatan optimistis program-program yang telah disusun akan berjalan beriringan dengan program pembangunan daerah.

“Melalui program ‘IMM Masuk Desa kami ingin memastikan bahwa kehadiran kader IMM tidak hanya dirasakan di ruang-ruang diskusi kampus, tetapi berdampak langsung bagi masyarakat desa,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Lampung Selatan, Merik Havit menyatakan dukungan penuh terhadap program tersebut, sebab dinilai sejalan dengan kebutuhan masyarakat di desa.

Menurut dia, IMM Lampung Selatan sebagai mitra strategis pemerintah dalam menyuarakan gagasan kritis sekaligus berkontribusi nyata di tengah masyarakat.

“Organisasi adalah laboratorium kepemimpinan. Di sinilah kalian ditempa untuk memiliki kepekaan sosial dan kecerdasan emosional. Sangat penting bagi mahasiswa untuk aktif berorganisasi agar saat terjun ke masyarakat nanti, kalian sudah memiliki mental petarung dan solusi atas permasalahan yang ada.

Pemkot Bandar Lampung Peringati Hari Kartini 2026

Bandar Lampung, lantera.online – Pemerintah Kota Bandar Lampung menggelar upacara peringatan Hari Kartini yang dipimpin oleh Wali Kota Eva Dwiana di lingkungan Pemkot Bandar Lampung, Selasa (21/04/2026).

Dalam upacara tersebut, Wali Kota membacakan pidato Selvi Gibran Rakabuming yang menekankan bahwa semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini tetap relevan sebagai fondasi moral perempuan Indonesia di era modern.

Wali Kota juga mengajak seluruh perempuan untuk terus menghidupkan semangat emansipasi serta berperan aktif dalam pembangunan. Ia menegaskan bahwa pendidikan menjadi kunci utama dalam pemberdayaan perempuan dan kemajuan bangsa.

Peringatan Hari Kartini turut dimeriahkan dengan berbagai kegiatan yang diikuti para pegawai. Momentum ini menegaskan komitmen Pemerintah Kota Bandar Lampung dalam mendorong peran perempuan sebagai pilar penting dalam pembangunan dan pelayanan publik.

Wali Kota Berikan Pengarahan kepada Kepala Sekolah se-Kota Bandar Lampung

Bandar Lampung, lantera.online – Wali Kota Eva Dwiana memberikan pengarahan kepada seluruh kepala TK, SD, dan SMP se-Kota Bandar Lampung di Aula Mufakat Jejamo, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Senin (20/04/2026).

Kegiatan ini bertujuan memperkuat koordinasi dan meningkatkan kualitas pendidikan. Wali Kota menekankan peran penting kepala sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, inovatif, dan berorientasi pada prestasi siswa.

Selain itu, kepala sekolah diharapkan terus meningkatkan disiplin, profesionalisme, serta kualitas pelayanan pendidikan kepada masyarakat guna mendukung kemajuan dunia pendidikan.

Pemerintah Kota Bandar Lampung menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan satuan pendidikan menjadi kunci dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas, merata, dan berkelanjutan.

DPMDT Lampung Hadiri Rakor Evaluasi Satu Tahun Program Makan Bergizi Gratis

Bandar Lampung, lantera.online – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMDT) Provinsi Lampung bersama Kepala Bidang P3MD dan PSM menghadiri Rapat Koordinasi bertajuk “Satu Tahun Perjalanan Makan Bergizi Gratis dalam Upaya Pemberdayaan Masyarakat” yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI secara hybrid, Kamis (11/4/2026).

Rapat koordinasi tersebut dibuka langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Dr. H.C. Drs. H. Abdul Muhaimin Iskandar, M.Si. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program sebagai dasar dalam merumuskan kebijakan ke depan yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.

Rakor ini menjadi forum strategis untuk merefleksikan capaian, mengidentifikasi tantangan, serta menilai dampak sektoral dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama satu tahun implementasi. Selain itu, forum ini juga membahas arah penguatan kebijakan guna memastikan efektivitas dan keberlanjutan program di masa mendatang.

Dalam paparannya, disampaikan bahwa Program MBG tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi bagi peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, tetapi juga memberikan efek berganda (multiplier effect) terhadap berbagai sektor, seperti pertanian, peternakan, fiskal daerah, hingga tata kelola pemerintahan daerah.

Lebih lanjut, program ini dinilai sebagai instrumen kebijakan yang mampu mengintegrasikan berbagai agenda strategis, mulai dari pengentasan kemiskinan, penguatan ekonomi kerakyatan, peningkatan kualitas pendidikan, hingga menjaga stabilitas ekonomi daerah.

Ke depan, pelaksanaan Program MBG diharapkan dapat terus dilanjutkan dan dioptimalkan melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan. Kolaborasi, koordinasi, dan kerja sama lintas sektor dinilai menjadi kunci utama dalam meningkatkan keberhasilan program yang produktif dan berkelanjutan.

Pemerintah Provinsi Lampung melalui DPMDT menyatakan komitmennya untuk terus mendukung implementasi program tersebut di daerah, serta mendorong peningkatan kualitas pemberdayaan masyarakat secara menyeluruh.

Hadapi Ancaman Kekeringan Ekstrem 2026, Bupati Egi Ikut Rakornas Kementan RI

Jakarta, lantera.online – Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Mitigasi Kekeringan Lahan Pertanian yang digelar Kementerian Pertanian Republik Indonesia (RI), Senin (20/4/2026).

Rakornas yang berlangsung di Auditorium Gedung F Kantor Pusat Kementerian Pertanian RI, Jakarta Selatan, ini menjadi forum strategis dalam merespons potensi kekeringan ekstrem yang diprediksi terjadi pada 2026.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, dan diikuti sejumlah kepala daerah dari berbagai provinsi, khususnya wilayah dengan kerentanan tinggi terhadap kekeringan lahan pertanian.

Dalam forum tersebut, pemerintah pusat bersama daerah membahas langkah konkret mitigasi menghadapi dampak perubahan iklim, termasuk menjaga stabilitas produksi pangan nasional di tengah ancaman cuaca ekstrem.

Bupati Egi menyampaikan bahwa kehadirannya dalam Rakornas tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan untuk aktif mengambil langkah antisipatif.

“Hari ini saya menghadiri rapat koordinasi nasional yang membahas langkah-langkah mitigasi kekeringan lahan pertanian bersama pemerintah pusat dan sejumlah kepala daerah di Kementerian Pertanian,” ujar Egi.

Ia berharap Rakornas ini mampu menghasilkan kebijakan yang cepat, tepat, dan terukur dalam menghadapi potensi kekeringan ekstrem, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan perubahan iklim yang semakin nyata.

Rakornas ini juga menjadi momentum penting dalam menyatukan langkah lintas sektor guna memastikan sektor pertanian tetap tangguh di tengah tekanan iklim global yang kian tidak menentu.

Pemkot Bandar Lampung dan Kodim 0410 Kolaborasi Percepat Normalisasi Sungai

Bandar Lampung, lantera.online – Pemerintah Kota Bandar Lampung bersama Kodim 0410 melakukan kolaborasi percepatan normalisasi sungai di sejumlah wilayah guna mengurangi risiko banjir. Kegiatan ini melibatkan Satgas yang terdiri dari BPBD, DLH, Pol PP, Dinas PU, kecamatan, kelurahan, serta TNI.

Normalisasi sungai telah dilakukan sejak Sabtu (18/4) pagi dengan fokus pada pembersihan dan penataan aliran sungai. Wali Kota Eva Dwiana turut meninjau langsung kegiatan tersebut sebagai upaya memastikan masyarakat terhindar dari luapan air saat hujan deras.

Selain itu, Wali Kota menegaskan pentingnya kesiapsiagaan seluruh Satgas dalam menghadapi potensi bencana yang bisa terjadi kapan saja, meskipun dalam kondisi cuaca normal.

Upaya percepatan normalisasi ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah kota dalam memberikan solusi jangka panjang terhadap permasalahan banjir, termasuk pembersihan sedimentasi tebal di sungai dan gorong-gorong yang menjadi prioritas utama.