April 2026

DPMDT Provinsi Lampung Terima Kunjungan Kerja APDESI Merah Putih untuk Perkuat Sinergi Pembangunan Desa

Bandar Lampung, lantera.online – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Tertinggal (DPMDT) Provinsi Lampung menerima kunjungan kerja Badan Pengurus Daerah (BPD) APDESI Merah Putih Provinsi Lampung dalam rangka memperkuat sinergi dan koordinasi program pembangunan desa.

Kepala DPMDT Provinsi Lampung bersama jajaran pejabat administrator dan fungsional penggerak swadaya masyarakat menyambut langsung kunjungan tersebut. Pertemuan ini menjadi wadah strategis untuk membangun komunikasi yang efektif antara pemerintah daerah dan organisasi desa.

Pembahasan difokuskan pada perencanaan program kerja yang selaras dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Lampung, khususnya dalam pemberdayaan masyarakat, peningkatan kapasitas aparatur desa, penguatan peran BPD, serta percepatan pembangunan dan kemandirian desa.

Melalui koordinasi ini, diharapkan terwujud kolaborasi yang kuat dan berkelanjutan guna meningkatkan kualitas pembangunan desa, sehingga mampu menciptakan desa yang maju, mandiri, dan sejahtera di Provinsi Lampung.

Bupati Egi Naik 3 Km, Tanam Pohon Cegah Bencana Susulan

Lamsel, lantera.online – Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, turun langsung meninjau lokasi longsor di kawasan Hutan Lindung Gunung Rajabasa, Sabtu (4/4/2026). Ia sekaligus memimpin penanaman pohon sebagai langkah cepat mitigasi bencana guna mencegah longsor susulan.

Langkah tersebut menjadi respons konkret Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan terhadap ancaman longsor di kaki Gunung Rajabasa, sekaligus bentuk komitmen menjaga kelestarian lingkungan di kawasan hutan lindung.

Didampingi Sekretaris Daerah Supriyanto serta jajaran pejabat utama, Bupati Egi memulai perjalanan dari Desa Sumur Kumbang. Rombongan menempuh pendakian sejauh kurang lebih tiga kilometer menuju titik longsor yang berada di zona inti kawasan hutan lindung.

Setibanya di lokasi, Bupati Egi bersama jajaran langsung melakukan penanaman pohon sebagai upaya memperkuat struktur tanah. Sebanyak 50 batang pohon ditanam di titik-titik yang dinilai paling rawan.

“Hari ini kita melakukan penanaman pohon sebagai upaya penguatan tanah di area longsor. Ada sekitar 50 bibit pohon yang kita tanam, di antaranya jenis beringin dan aren,” ujar Egi di lokasi.

Ia menjelaskan, jumlah tersebut disesuaikan dengan kondisi medan yang cukup ekstrem dan faktor keselamatan tim di lapangan.

“Tadinya kita targetkan 200 pohon, namun melihat kondisi lapangan yang tidak memungkinkan, kita maksimalkan 50 pohon terlebih dahulu di titik-titik yang paling krusial,” tambahnya.

Lebih lanjut, Egi menegaskan bahwa menjaga kelestarian Gunung Rajabasa merupakan tanggung jawab bersama. Ia mengajak masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah penyangga, untuk lebih peduli terhadap lingkungan.

“Kita harus sadar bahwa mencegah itu jauh lebih baik. Lebih baik kita antisipasi dengan menanam dan merawat pohon sekarang, daripada kita menyesal di kemudian hari saat bencana terjadi,” tegasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, longsor di kawasan tersebut dipicu oleh faktor alam, bukan akibat aktivitas manusia. Hal ini terlihat dari kondisi lokasi yang mulai ditumbuhi vegetasi alami, menandakan kejadian longsor telah terjadi beberapa waktu lalu.

Selain itu, titik longsor berada di zona inti Hutan Lindung Gunung Rajabasa yang tidak terdapat aktivitas pertanian maupun pembukaan lahan oleh masyarakat.

Langkah penanaman pohon ini diharapkan menjadi awal dari upaya berkelanjutan dalam memperkuat daya dukung lingkungan sekaligus meminimalkan risiko bencana di wilayah tersebut.

Lamsel, lantera.online – Suasana haru menyelimuti halaman Masjid Agung Lampung Selatan saat 1.350 santri asal Lampung resmi diberangkatkan menuju Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, Sabtu (4/4/2026).

Di tengah pelukan keluarga dan lantunan doa, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menitipkan pesan sederhana namun sarat makna kepada ribuan santri, “belajarlah dengan hati, pulanglah dengan bakti.”

Pelepasan ribuan santri yang tergabung dalam Rombongan Mangkat Santri Lampung (Romansa) itu bukan sekadar seremoni tahunan. Lebih dari itu, momen ini menjadi simbol harapan besar masyarakat terhadap generasi muda yang menempuh jalan ilmu agama.

Sebanyak 27 armada bus disiapkan untuk mengantarkan para santri menuju Pondok Pesantren Lirboyo, salah satu pusat pendidikan Islam terkemuka di Indonesia yang telah melahirkan banyak ulama dan tokoh bangsa. Perjalanan ini menandai langkah baru bagi para santri dalam mengasah keilmuan sekaligus membentuk karakter.

Dalam sambutannya, Bupati Egi menegaskan bahwa keberangkatan para santri merupakan perjalanan spiritual yang sarat makna.

“Ini bukan sekadar perjalanan biasa. Ini adalah langkah mulia untuk menjemput cahaya ilmu. Kalian adalah aset spiritual yang akan menjaga cahaya iman di Lampung Selatan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa status sebagai santri Lirboyo bukan hanya kebanggaan pribadi, tetapi juga tanggung jawab membawa nama baik daerah.

“Menjadi santri di sana berarti membawa nama Lampung Selatan. Saya titipkan nama daerah ini, belajarlah dengan tekun dan sungguh-sungguh,” pesannya.

Momentum keberangkatan yang masih berada dalam suasana Syawal turut menambah nuansa emosional. Bupati Egi menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada masyarakat, sembari berharap semangat Idulfitri menjadi energi baru bagi para santri dalam menuntut ilmu.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa proses belajar yang akan dijalani para santri harus dimaknai sebagai bekal pengabdian.

“Belajarlah dengan hati, pulanglah dengan bakti. Jadikan ilmu sebagai cahaya yang bermanfaat, tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga bagi keluarga dan masyarakat,” katanya.

Tradisi pelepasan santri, menurutnya, memiliki nilai filosofis yang kuat. Para santri tidak dilepas sendirian, melainkan diiringi doa, dukungan, dan harapan dari orang tua, masyarakat, hingga pemerintah daerah.

“Ini adalah kekuatan moral bagi mereka. Ada doa yang menyertai setiap langkah mereka,” tambahnya.

Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, Bupati Egi secara resmi melepas keberangkatan para santri. Tangis haru keluarga yang melepas berpadu dengan semangat para santri yang bersiap menempuh perjalanan panjang demi masa depan yang lebih baik.

Di balik deru mesin bus yang mulai bergerak, tersimpan harapan besar agar mereka kelak kembali, tidak hanya sebagai pencari ilmu, tetapi juga sebagai pembawa manfaat bagi masyarakat.

Di Hadapan 1.500 Guru, Bupati Egi Ingatkan Adaptasi di Era AI: Inspirasi Tak Bisa Digantikan Teknologi

Lamsel, lantera.online – Di hadapan sekitar 1.500 guru, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menegaskan pentingnya kemampuan adaptasi bagi tenaga pendidik dalam menghadapi perubahan global yang kian cepat, terutama di tengah perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI).

Pesan itu disampaikan Egi saat menjadi narasumber dalam Seminar Nasional bertajuk How to Be Great Teacher yang digelar di Aula SMA Kebangsaan, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (2/4/2026).

Menurut Egi, kemajuan teknologi telah mengubah pola pembelajaran secara signifikan. Namun, ia menekankan bahwa peran guru tidak bisa tergantikan sepenuhnya oleh mesin.

“Transfer informasi saat ini dapat dilakukan oleh teknologi, tetapi inspirasi hanya bisa diberikan oleh jiwa seorang guru,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa perubahan global tidak hanya terjadi di tingkat pusat atau kota besar, tetapi turut berdampak hingga ke daerah, termasuk wilayah pedesaan.

“Meskipun kita berada di desa, perubahan global tetap mempengaruhi tatanan kehidupan masyarakat,” kata Egi.

Dalam forum yang diikuti guru dari tingkat PAUD, SD, hingga SMP di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Lampung Selatan tersebut, Egi mendorong para pendidik untuk terus memperluas wawasan dan tidak berhenti mengikuti perkembangan zaman.

“Kita tidak boleh berhenti membuka cakrawala terhadap perubahan dan perkembangan yang terjadi. Dunia memang sedang mengalami pergeseran peradaban,” lanjutnya.

Ia juga mengajak para guru untuk menjadikan tantangan sebagai bagian dari proses bertumbuh, bukan hambatan.

“Jika ingin menjadi besar, kita harus melalui proses, termasuk menghadapi tantangan sebagai bagian dari adaptasi,” jelasnya.

Seminar yang mengusung tema “Pengajar Belum Tentu Mengajar, Tapi Mampu Menginspirasi” itu turut menjadi ruang penguatan kapasitas tenaga pendidik di tengah dinamika pendidikan global.

Pada kesempatan tersebut, Pemkab Lampung Selatan juga memberikan apresiasi kepada Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Lampung Selatan yang berkolaborasi dengan Komunitas Teacher Preneur dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Egi menilai, keterlibatan organisasi mahasiswa menjadi bagian penting dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan di daerah.“

Kami mengapresiasi peran organisasi mahasiswa dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui kegiatan yang mendorong kapasitas tenaga pengajar,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, para guru diharapkan mampu meningkatkan kompetensi serta memperkuat peran strategis mereka dalam menghadapi tantangan pendidikan di era globalisasi.

Pemkot Bandar Lampung Tindak lanjuti Permasalahan Drainase di Pujangga Alam

Bandar Lampung, lantera.online
Eva Dwiana menggelar audiensi bersama pihak developer dan warga Perumahan Pujangga Alam di Bandar Lampung, Rabu (1/4/2026), sebagai tindak lanjut penanganan banjir akibat meningkatnya intensitas hujan.

Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan keluhan terkait kondisi drainase yang dinilai belum memadai, terutama saluran air yang sempit sehingga memicu genangan. Pemerintah kota bersama pihak terkait kemudian membahas solusi penanganan secara bersama.

Wali Kota Eva Dwiana menegaskan Pemkot akan segera melakukan evaluasi dan penanganan teknis, termasuk pelebaran drainase serta pemasangan box culvert. Langkah ini diharapkan mampu mengatasi permasalahan banjir dan meningkatkan kenyamanan masyarakat.

Wali Kota Bandar Lampung Tinjau Aliran Sungai dan Drainase di Perumahan Pujangga Alam

Bandar Lampung, lantera.online – Eva Dwiana meninjau langsung aliran sungai dan gorong-gorong di kawasan Perumahan Pujangga Alam, Labuhan Ratu, Kecamatan Kedaton, Bandar Lampung, pada Selasa (31/3/2025).

Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kelancaran aliran air sebagai upaya mengantisipasi genangan dan banjir, terutama saat curah hujan meningkat.

Dalam kegiatan tersebut, Eva Dwiana menegaskan pentingnya perawatan rutin serta penanganan cepat terhadap saluran air yang mengalami penyumbatan atau kerusakan. Ia menilai langkah ini sangat krusial guna menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat di lingkungan sekitar.

Ke depan, kegiatan peninjauan dan perawatan saluran air akan dilakukan secara rutin dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk satgas banjir. Upaya ini diharapkan mampu meminimalisir potensi banjir serta memastikan seluruh saluran air di Kota Bandar Lampung tetap berfungsi optimal.

Hangatnya Silaturahmi Lebaran, DPRD Lampung Selatan Gelar Open House dan Halalbihalal

Lampung Selatan, lantera.online – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lampung Selatan menggelar kegiatan open house dan halalbihalal dalam rangka Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Rabu (1/4/2026). Kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antar unsur pemerintahan dan masyarakat.

Acara yang berlangsung di rumah dinas Ketua DPRD Lampung Selatan tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para kepala perangkat daerah, camat, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Dalam suasana penuh kehangatan, para tamu tampak saling bersalaman dan berbincang santai. Tradisi tahunan ini tidak hanya menjadi ajang saling memaafkan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai momentum penting untuk memperkuat hubungan kerja antar pemangku kepentingan di daerah.

Ketua DPRD Kabupaten Lampung Selatan, Erma Yusneli, dalam kesempatan tersebut menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idulfitri kepada seluruh undangan yang hadir.

“Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin. Momentum halalbihalal ini merupakan tradisi yang sarat dengan nilai-nilai silaturahmi,” ujar Erma.

Ia menegaskan, kegiatan ini diharapkan mampu mempererat kebersamaan sekaligus meningkatkan sinergi dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab, baik sebagai penyelenggara pemerintahan maupun bagian dari masyarakat.

“Melalui momentum ini, kita berharap dapat memperkuat persamaan, meningkatkan sinergi, serta memperkuat komitmen dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab bersama,” tambahnya.

Melalui kegiatan halalbihalal ini, komunikasi antar unsur pemerintahan di Kabupaten Lampung Selatan diharapkan semakin solid, sehingga berdampak pada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Gandeng BUMN, Bupati Egi Siapkan Pariwisata Lampung Selatan ke Level Nasional, Bidik Multiplier Effect bagi Ekonomi Warga

Diskominfo, Jakarta – lantera.online Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan kembali menjajaki kolaborasi strategis dengan Danantara untuk mengembangkan pariwisata berkelanjutan berbasis potensi desa, sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan membuka peluang baru di sektor unggulan daerah.

Langkah tersebut ditandai dengan pembahasan lanjutan yang dipimpin langsung oleh Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, bersama perwakilan Danantara, InJourney, PTPN, serta sejumlah BUMN lainnya, di Jakarta, Kamis (2/4/2026).

Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Deputi Bidang Fasilitasi dan Sinergi Pembangunan (FSP), Gedung BP BUMN, Jakarta Pusat ini menjadi bagian dari strategi besar Pemkab Lampung Selatan dalam menjadikan sektor pariwisata sebagai prioritas pembangunan daerah pada periode 2026-2027.

Bupati Egi menegaskan, pengembangan pariwisata ke depan akan difokuskan pada konsep berkelanjutan berbasis potensi desa, dengan tujuan utama meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.

“Kami ingin menjadikan pariwisata sebagai sektor unggulan. Keindahan alam Lampung Selatan adalah potensi besar yang belum sepenuhnya dikenal luas,” ujar Egi.

Ia menjelaskan, posisi geografis Lampung Selatan yang strategis sebagai gerbang Pulau Sumatra menjadi keunggulan tersendiri dalam menarik arus wisatawan, terutama dari Pulau Jawa.

“Lampung Selatan adalah beranda Sumatra. Ini peluang besar untuk mengembangkan pariwisata yang mampu menarik lebih banyak kunjungan,” katanya.

Menurut Egi, kawasan yang direncanakan untuk dikembangkan memiliki kekuatan pada bentang alam, mulai dari garis pantai hingga panorama alami yang berpotensi menjadi daya tarik wisata kelas menengah ke atas.

Segmentasi tersebut dinilai mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih signifikan, terutama dalam meningkatkan pendapatan masyarakat di sekitar kawasan wisata.

“Kami melihat potensi ini sangat besar. Jika dikelola optimal, dampaknya akan langsung dirasakan masyarakat melalui peningkatan ekonomi lokal,” jelasnya.

Untuk memperkuat pengembangan tersebut, Pemkab Lampung Selatan juga terus mendorong peningkatan infrastruktur, mulai dari akses jalan menuju destinasi wisata, konektivitas antar kawasan, hingga penguatan layanan digital.

Selain itu, kemudahan investasi menjadi fokus utama melalui penyederhanaan perizinan, digitalisasi layanan publik, serta penciptaan iklim investasi yang transparan dan kondusif.

Sementara itu, Deputi Bidang Fasilitasi dan Sinergi Pembangunan BP BUMN, Hambra, menilai potensi kerja sama pengembangan kawasan wisata di Lampung Selatan cukup besar, meski masih membutuhkan kajian lebih mendalam.

“Dari hasil pemaparan, kawasan ini memiliki potensi yang sangat baik untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata. Selanjutnya akan dilakukan kajian lebih detail untuk menentukan skema kerja sama yang tepat,” ujarnya.

Ia menambahkan, langkah berikutnya adalah mendorong penyusunan nota kesepahaman (MoU) sebagai landasan awal kolaborasi antar pihak.

Dengan pembahasan lanjutan ini, kolaborasi antara Pemkab Lampung Selatan dan BUMN diharapkan segera terealisasi, sekaligus menghadirkan destinasi wisata baru yang kompetitif dan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Rapat Paripurna DPRD Kota Metro Bahas LKPJ Wali Kota Tahun Anggaran 2025

Kota Metro, lantera.online – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Metro menggelar Rapat Paripurna dalam rangka penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Metro Tahun Anggaran 2025, Rabu (1/4/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Sidang DPRD Kota Metro dan dihadiri oleh unsur pimpinan dan anggota dewan, jajaran pemerintah daerah, serta tamu undangan.

Rapat paripurna ini merupakan agenda penting dalam siklus pemerintahan daerah sebagai bentuk akuntabilitas kepala daerah kepada DPRD. Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Metro menyampaikan berbagai capaian kinerja selama tahun anggaran 2025, meliputi sektor pembangunan, pelayanan publik, serta pengelolaan keuangan daerah.

Selain memaparkan capaian, laporan tersebut juga memuat berbagai tantangan dan kendala yang dihadapi selama pelaksanaan program kerja. DPRD Kota Metro selanjutnya akan melakukan pembahasan secara lebih mendalam terhadap LKPJ tersebut melalui panitia khusus (pansus) guna memberikan rekomendasi strategis bagi perbaikan kinerja pemerintah daerah ke depan.

Melalui rapat ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara legislatif dan eksekutif dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Metro. DPRD juga menegaskan komitmennya untuk menjalankan fungsi pengawasan secara optimal demi terciptanya tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

Pemprov Lampung Serahkan LKPD 2025 Lebih Cepat, Optimistis Raih WTP ke-12

Bandar Lampung, lantera.online – Pemerintah Provinsi Lampung kembali menunjukkan komitmennya terhadap tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel dengan menyerahkan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025 kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) lebih cepat dari batas waktu yang ditentukan.

Dalam kegiatan tersebut, Plt. Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Lampung turut hadir didampingi Kepala Bidang Akuntansi, Kepala Sub Bidang Akuntansi dan Pelaporan, serta jajaran terkait.

Penyerahan LKPD unaudited ini dilakukan satu hari lebih awal dari tenggat waktu 31 Maret 2026, sebagai bentuk komitmen terhadap ketepatan waktu dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menegaskan bahwa penyampaian laporan keuangan merupakan wujud pertanggungjawaban pemerintah kepada masyarakat.

Ia menekankan bahwa pengelolaan keuangan daerah harus dilakukan secara terbuka, transparan, dan berintegritas demi menjaga kepercayaan publik.

Dengan capaian 11 kali berturut-turut meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) serta tingkat tindak lanjut rekomendasi mencapai 79,84 persen, Pemerintah Provinsi Lampung optimistis dapat kembali mempertahankan prestasi tersebut dengan meraih WTP ke-12. Ke depan, Pemprov Lampung berkomitmen terus meningkatkan kualitas tata kelola keuangan yang transparan, kooperatif, dan berkelanjutan demi mewujudkan prinsip pengelolaan keuangan “dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat”.